Like ! Follow ! Home
 

Anak-anak Indonesia Sudah Jadi Technopreneur? LUAR BIASA!

Apa yang akan terjadi jika anak-anak Indonesia berdaya menjadi produsen game?  Seperti apa karya yang mereka ciptakan? Berapa besar potensi mereka sebagai entrepreneur cilik?

Konvergensi Imajinasi Dan Realisasi

 

Kita tahu bahwa anak-anak terlahir dengan kemampuan imajinasi kreatif yang tak terbatas.  Benak mereka penuh dengan gagasan-gagasan luar biasa yang tak terbatas.  Namun umumnya keahlian untuk merealisasikan gagasan baru mereka miliki saat dewasa, saat imajinasi kreatif dan gagasan-gagasan luar biasa sudah lenyap dari benak orang dewasa, digantikan pandangan pragmatis, realistis, terbatas. 

Seandainya anak-anak bisa dibekali keahlian untuk merealisasikan imajinasi kreatifnya, bayangkan, apa yang bisa mereka ciptakan untuk dunia?  Adakah teknologi yang bisa membantu anak-anak merealisasikan impiannya?

Teknologi “Logika Puzzle” yang Manusiawi

 

Belakangan ini tumbuh pesat teknologi programming komputer yang semakin manusiawi dan semakin ‘child-friendly’.  Dipionirkan oleh Massachusets Institute of Technology (MIT),  sebuah institut pendidikan tinggi teknologi terkemuka di Amerika Serikat, diciptakanlah metode pemrograman menggunakan puzzle logika yang bisa disusun menjadi algoritma kompleks.  Puzzle logika ini berfungsi sebagai interface penerjemah kode-kode sintaks bahasa mesin yang sulit dibaca dan sulit dimengerti menjadi bentuk struktur visual.  Scratch (MIT), Kodu (Microsoft), Snap! (Universitas Berkeley), AppInventor (Google & MIT), Mindstorm (Lego) adalah beberapa software pemrograman komputer yang menggunakan “logika puzzle”.

Dengan teknologi yang semakin manusiawi, anak-anak menjadi semakin berdaya untuk berkarya, menuangkan imajinasi kreatif mereka ke dalam bentuk games software. 

Platform Belajar Entrepreneurship Praktis Tak Terbatas

Berbeda dengan produk fisik, produk software adalah produk intelektual yang mudah dan murah untuk diproduksi masal dan didistribusikan ke konsumen ke seputar dunia. Hambatan ruang, waktu dan modal besar menjadi hilang dari jalur distribusi pemasaran produk dari produsen ke konsumen.  Ditambah dengan banyaknya platform penjualan software mendunia, seperti Google Play, Apple Play Store, Windows Store, Facebook App Center, adalah beberapa media penjualan software online yang populer.

Apabila ada satu industri di mana anak bisa belajar entrepreneurship dengan mudah, inilah dia.  Dalam industri software, anak-anak bisa bereksplorasi dengan resiko yang relatif sangat kecil dan potensi sukses yang relatif tak terbatas.

 

Apa itu Technopreneur?

Technopreneur (Techno + Entrepreneur) adalah wirausahawan yang mumpuni dalam teknologi, kreatif, inovatif, dinamis, berani beda dan mengeksplorasi hal baru, dan sangat bersemangat dalam kerja mereka. Mereka menerima tantangan dan berjuang untuk memimpin perjalanan hidupnya dengan lebih sukses. Mereka tidak takut gagal. Mereka menerima kegagalan sebagai pelajaran, belajar secara organis, dan maju lagi ke tantangan berikutnya.

Bagaimana Kita Bisa Mendukung Anak Bangsa Menjadi Technopreneur Cilik?

Clevio Coder Camp dan FUKI Universitas Indonesiamendukung semangat technopreneurship anak-anak dengan mengadakan Clevio Game Bazaar. Pada hari Sabtu 15 Maret 2014 di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, telah berkumpul para Technopreneur Cilik yang akan memamerkan, mempresentasikan, mendemonstrasikan dan menjajakan software karya-karya mereka. Masyarakat telah mendukung mereka dengan menghadiri pameran dan menunjukkan apresiasi Anda ke anak-anak bangsa yang luar biasa ini dengan memanfaatkan karya-karya mereka. Dengan dukungan masyarakat dan Anda, semoga anak-anak bangsa akan semakin bersemangat untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia.